Wednesday, August 9, 2017

Kisah PSK Cina dalam film yang mengungkap industri seks London

Pada tahun 2009, seorang perempuan Cina bernama Anna bunuh diri di dekat Bandara Heathrow, London. Teman-temannya kemudian mengetahui bahwa dia bekerja sebagai Pekerja Seksual Komersial (PSK) di sebuah panti pijat gelap.
Salah satu temannya, Jenny Lu, seorang lulusan sekolah seni Taiwan, kemudian memulai penelusuran untuk mengetahui kehidupan rahasianya.
Usaha ini menghasilkan film cerita pertama Lu, The Receptionist, yang pertama kali diputar di Taiwan pada hari Jumat (23/06) dan akan diputar di Edinburgh Film Festival, Inggris minggu depan.
"Saya bertemu Anna di Chinatown saat kumpul makan malam. Dia terlihat benar-benar normal," kata Lu.
"Dia berasal dari sebuah desa kecil di Cina. Dia ke London karena menginginkan kehidupan yang lebih baik. Tetapi dia akhirnya mempunyai kehidupan ganda yang tidak diketahui siapapun.
"Saya benar-benar sedih. Mengapa tidak seorangpun mengetahui hal ini dan tidak seorangpun dapat membantu?"

Mimpi London

Lewat sesama teman, Lu menemukan para perempuan yang bekerja dengan Anna di panti pijat.
Mereka adalah imigran dari Cina, Malaysia, Filipina dan Thailand. Panti pijat lain mempekerjakan perempuan lain dari negara dengan ekonomi yang lebih makmur seperti Hong Kong, Taiwan, Korea atau Jepang.
pskHak atas fotoMIRROR STAGE FILMS
Image captionBanyak wanita membayar uang dalam jumlah besar untuk mendapatkan pernikahan atau paspor palsu Inggris.
Sama seperti sebagian perempuan lain, Anna tiba di Inggris lewat pernikahan palsu.
"Dia menikah dengan seorang pria Inggris pengangguran. Keluarga Anna mengeluarkan uang dalam jumlah besar agar dia menikah. Dia bekerja sangat keras untuk membayar utang dan menolong saudara laki-lakinya di Cina," Lu menjelaskan.
Perempuan lain datang ke Inggris dengan menggunakan paspor palsu. Sebagian telah bercerai dan ingin memulai kehidupan baru di Inggris. Sebagian lainnya ingin mendapatkan penghasilan untuk membiayai kehidupan anak-anak mereka.
Sementara yang lainnya, termasuk yang berasal dari Taiwan, adalah mahasiswa bahasa yang tergiur uang.
Setelah tiba di Inggris, banyak dari mereka menyadari ternyata sulit untuk bisa bertahan hidup, apalagi untuk meraih mimpi mereka, sehingga mereka kembali bekerja di panti pijat, kata Lu.

Selera seks aneh

The Receptionist dibuat berdasarkan kehidupan pegawai dan klien di sebuah panti pijat di London, lewat kacamata seorang lulusan universitas Taiwan yang bekerja sebagai resepsionis.
Film ini menggambarkan perlakuan yang dialami para pekerja seks komersial, termasuk pelecehan dan selera seks yang aneh para pelanggan.
pskHak atas fotoMIRROR STAGE FILMS
Image captionPSK dipukuli dan diperkosa jika tidak membayar ke gangster.
Gangster menginginkan uang "perlindungan" dari mereka. PSK dipukuli dan diperkosa jika tidak membayar, dengan keyakinan mereka tidak akan melapor ke polisi.
Semua adegan-adegan film cerita ini didasarkan pengalaman Anna dan rekan-rekannya.
"Para aktor tidak mempercayai naskah. Sehingga saya mengatur waktu agar mereka bisa bertemu para PSK," katanya.
Para PSK ini meminta bayaran £120 atau Rp2 juta sebagai imbalan hubungan seksual. Pemilik panti pijat akan mengambil sekitar 50%-60% dari jumlah itu.

Menggali lubang

Meskipun sebagian perempuan ini akhirnya berhenti menjadi PSK, sebagian lainnya tetap melakukannya meskipun mereka tidak dipaksa dan sudah memiliki uang. Karena tidak lancar berbahasa Inggris, mereka khawatir akan sulit mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang baik.
pskHak atas fotoIMAGE COPYRIGHTMIRROR STAGE FILMS
Image captionPSK hidup terpisah dari dunia luar.
"Mereka selalu mengatakan akan berhenti setelah satu tahun atau beberapa bulan... tetapi mereka terlalu terbiasa mendapatkan uang dengan mudah," kata Lu.
"Mereka tidak mau memillih pekerjaan lain karena tidak memberikan penghasilan sepadan. Mereka berpikir: "Bagaimana saya bisa bertahan hidup jika saya tidak melakukan hal ini?"
"Ini adalah cara berpikir yang berbahaya. Ini seperti menggali kubur sendiri. Banyak orang tidak bisa keluar."
Para perempuan ini jarang keluar karena mereka khawatir para tetangga akan mengetahui. Mereka bekerja siang malam. Tirai selalu ditutup.
"Yang membuat saya terkejut adalah sebagian besar perempuan ini tidak pernah melihat tempat-tempat populer di London," kata Lu.

Kehilangan nurani

Kebanyakan dari mereka adalah kebanggaan keluarganya saat pergi ke luar negeri, Mereka malu pulang atau memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sebagian berusaha melupakan masa lalu dan kehidupan normal yang sebelumnya mereka jalani.
pskHak atas fotoMIRROR STAGE FILMS
Image captionTina, si resepsionis, menyembunyikan pekerjaan sebenarnya dari pacarnya.
"Seperti orang tanpa jiwa. Mereka tidak ingin berpikir terlalu keras," kata Lu.
Anna berumur 35 tahun saat bunuh diri. Dia baru tinggal di Inggris selama dua tahun dan telah bekerja di industri seks sekitar satu tahun.
"Sebagian besar temannya memandang dia tertekan karena keluarganya terus meminta uang," kata sutradara film itu. "Yang lainnya memandang dia sebenarnya tidak bisa menerima pekerjaannya, sehingga setiap hari sebenarnya adalah suatu perjuangan."
"Dan seorang teman meminjam uang darinya untuk membuka sebuah rumah makan. Ketika dia meminta pengembalian uang, teman tersebut mengancam akan memberitahu keluarganya terkait dengan pekerjaannya. Dia menjadi panik."
"Dia sering memikirkan keluarganya; dia sebenarnya tidak ingin ke luar negeri."

'Jangan lupakan mimpimu'

Ini sangat berbeda dengan kehidupan Lu sendiri. Keluarganya mampu membiayai pendidikannya, sehingga memungkinkan dirinya menjadi pembuat film.
psk
Image captionFilm Jenny Lu ini dicalonkan mendapatkan berbagai penghargaan.
"Sebelumnya saya terkejut, Saya tidak pernah berkesempatan bertemu orang seperti itu," kata sang sutradara.
Meskipun dana yang dianggarkan rendah, £300.000 atau Rp5 miliar, sebagian besar dari dua tunjangan pemerintah Taiwan dan Kickstarter, film Lu dipilih untuk diputar di Edinburgh International Film Festival dan telah dicalonkan di Milan International Film Awards dan Golden Horse Awards Taiwan.
"Saya gembira orang merasakan sesuatu karena menonton film ini," kata Lu.
"Pesan yang ingin saya sampaikan adalah meskipun Anda sudah melangkah jauh dan sejak lama mengejar mimpi, tengoklah ke belakang dan amati asal Anda, apa mimpi permulaan Anda. Banyak orang melupakannya."
Lu berencana memutar film tersebut kepada para PSK setelah kembali ke Inggris, agar mereka mengetahui dia telah menyampaikan cerita kehidupan Anna.
berita: BBC

Wednesday, March 6, 2013

Mangkal di Tretes, 11 PSK terjaring razia

Arie Yoenianto
Rabu,  6 Maret 2013  −  18:09 WIB
Mangkal di Tretes, 11 PSK terjaring razia
Ilustrasi (istimewa)
Sindonews.com - Kawasan wisata Tretes Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, masih menjadi tempat favorit bagi pekerja seks komersial (PSK). Buktinya, dalam razia PSK yang digelar semalam, ada 11 PSK yang terjaring.

Mereka diamankan dari sejumlah warung remang-remang. Para PSK ini tertangkap basah saat akan menjajakan diri pada wisatawan dikawasan pegunungan tersebut.

"Para PSK itu tertangkap basah tengah menjajakan cintanya kepada sejumlah pria hidung belang di wisma-wisma di Kelurahan Pecalukan," kata AKP Suprihatin, Kasubbag Humas Polres Pasuruan, Rabu (6/3/2013).

Menurut AKP Suprihatin, penertiban PSK ini bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat. Selain itu, operasi rutin sebagai upaya mendukung terwujudnya Kabupaten Pasuruan sebagai kota santri.

"PSK yang terjaring razia ini rata-rata berusia 20-25 tahunan. Mereka berasal dari sejumlah daerah disekitar Pasuruan," tandasnya.

Setelah dilakukan pendataan, para PSK ini diberikan pengarahan agar diimbau untuk tidak kembali ketempat mangkalnya dikawasan wisata Tretes.

Selain itu para PSK juga diminta untuk meninggalkan pekerjaan yang rentan dengan penyakit menular seperti HIV Aids.

Para PSK ini kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bangil untuk menjalani persidangan atas pelanggaran yang dilakukan.

PSK diancam Pasal 2(1) Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasuruan No 10 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Pelacuran.

(ysw)

Monday, October 8, 2012

PSK Padang Wajib ikut rehabilitasi

psk padang Setiap warga di Kota Padang yang terbukti melakukan perzinaan atau pelacuran wajib menjalani proses rehabilitasi selama kurun waktu tertentu.
"Untuk merealisasikan proses ini Pemerintah Daerah Padang berkewajiban untuk menyediakan fasilitas untuk program rehabilitasi," kata Ketua Badan Legislasi DPRD Padang Jhon Roza Syaukani.
Soal rehabilitasi itu mengemuka dalam pembahasan Ranperda Pemberantasan Perzinaan dan Pelacuran, di Padang, hari ini, Selasa (9/10).
Rehabilitasi itu dilaksanakan setelah pelaku menjalahi proses hukum berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku selesai dilaksanakan.
Terkait proses hukum bagi pelaku perzinaan dan pelacuran yang diatur dalan Ranperda Pemberantasan Perzinaan dan Pelacuran, bagi setiap orang yang melakukan perzinaan diancam hukuman kurungan singkat dua bulan dan paling lama lima bulan atau denda serendah-rendahnya Rp15 juta dan setinggi-tingginya Rp40 juta.
Ancaman hukuman tersebut diatur di Pasal 17 pada Bab VI tentang sanksi dalam Ranperda tersebut.
Perbuatan perzinaan yang dimaksud dalam ancaman hukuman ini adalah hubungan seksual diluar pernikahan, tambahnya.
Kemudian, bagi setiap orang yang melakukan perbuatan pelacuran diancam hukuman kurungan singkat tiga bulan dan paling lama enam bulan atau denda serendah-rendahnya Rp30 juta dan setinggi-tingginya Rp50 juta.
Perbuatan pelacuran yang diatur dalam Ranperda ini adalah tindakan perzinaan yang disertai imbalan jasa. Ancaman hukuman tersebut diatur Pasal 18, BAB VI tentang sanksi, tambahnya.
Tujuan diajukannya Ranperda ini oleh DPRD, yakni untuk mencegah dan memberantas praktek perzinaan dan pelacuran di Kota Padang dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang agamais serta Pancasilais.
Lalu, melindungi masyarakat dari akibat perzinaan dan pelacuran, menjaga kesakralan lembaga pernikahan dan meningkatkan partisipasi serta sinergi komponen masyarakat dalam memberantasan perzinaan dan pelacuran.

Penulis: Antara

Tuesday, September 18, 2012

Anak SMP Jadi PSK, Hmmm

psk anak PONTIANAK - Yayasan Nanda Dian Nusantara meminta polisi mengusut tuntas kasus pelacuran dua anak sekolah menengah pertama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Minggu sore kemarin, atas laporan warga, polisi menggerebek sebuah hotel tempat kedua anak SMP itu melayani tamunya.

Direktur YNDN Devi Tiomana, Senin (17/9/2012), mengatakan, adanya dua anak perempuan yang masih bersekolah di tingkat SMP menjadi pekerja seks komersial itu sangat memprihatinkan.

"Kasus penjualan orang terus berulang di Kota Pontianak. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelamatkan masa depan anak-anak," ujar Devi.

Kedua anak SMP berinisial FN dan YN sempat ditampung di shelter YNDN sebelum kemudian diminta keterangannya oleh penyidik Kepolisian Resor Kota Pontianak. Mereka diamankan oleh Polsek Pontianak Kota Minggu kemarin. Bersama mereka, diamankan juga BM (54) yang sedang kencan dengan FN.

Thursday, September 13, 2012

Pemprov Kalimantan Selatan waspadai merebaknya PSK

psk banjar KBRN, Banjarmasin : Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan diminta mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan merebaknya Pekerja Seks Komersial (PSK) di daerah ini. 

Permintaan dari Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel Budiman  Mustafa itu sehubungan dengan keinginan   Pemerintah Provinsi Jawa Timur Bebas PSK tahun 2014 mendatang.

“Kalau  betul  Pemprov Jawa Timur memberlakukan Bebas PSK pada 2014, maka di khawatirkan hal itu berdampak terhadap provinsi-provinsi lain, termasuk Kalimantan Selatan bisa menjadi tempat pelarian PSK tersebut. Oleh sebab itu, Pemerintah  Provinsi, dan kabupaten/kota harus mewaspadai dan mengantisipasinya secara dini terhadap dampak Jatim Bebas PSK  2014 itu," tegas Budiman Mustafa di Basnjarmasin, Kamis (13/9).

Budiman Mustafa, politisi asal PKS itu mengatakan, merupakan hal yang naif kalau sampai Kalimantan Selatan menjadi   tempat pembuangan limbah penyakit masyarakat atau Pekat seperti  PSK. Pasalnya, penduduk Kalimantan Selatan     sebagian besar muslim juga tergolong  agamis. Karenanya, menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama agar   daerah ini bebas dari Pekat, terutama PSK. (Masdar/HF)

Tuesday, September 11, 2012

Germo Pengendali 2600 PSK Dicocok di Bali

VIVAnews - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, menangkap Yunita alias Keyko 34 tahun, seorang mucikari handal penjual wanita penghibur yang memiliki jaringan ke berbagai wilayah di Indonesia. Wanita itu mengaku memiliki stok wanita pemuas yang jumlahnya sampai 2.600 orang.
Yunita yang kos di Jalan Dharma Husada, Surabaya dibekuk di rumahnya di Pulau Bali. "Dia kami kejar selama empat hari dan tertangkap di Bali," kata Kepala Unit Kejahatan Umum Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Iwan Hari, Senin 10 September 2012.
Penangkapan Yunita diawali ocehan anak buahnya yang lebih dulu dibekuk polisi di Surabaya. "Dari keterangan anak buahnya itu, kami mengejar tersangka," kata Iwan. Polisi menyebut, sebenarnya ada beberapa tersangka lain yang diburu, dan Yunita sebagai bos besarnya.
Saat menangkap wanita dua anak itu, polisi juga menyita uang tunai Rp1.950.000, tabungan BCA, ATM BCA, empat buah catatan anak buah, tiga lembar slip pengiriman uang, 13 lembar slip BCA, empat unit Blackberry, satu unit HP Nokia, 16 out captured BBM, dan sebanyak 1.600 lembar foto wanita seksi dagangannya.
Dalam pemeriksaan, Yunita mengaku bisnis jual cewek dilakoni sejak delapan bulan silam. Sedikitnya, ada 20 wanita cantik 'siap jual' berada di Surabaya. "Di Surabaya ada 20 wanita, daerah lainnya banyak," kata dia. Untuk sekali main, tarifnya antara Rp 1 hingga Rp1,5 juta.
Ia mengaku, pemasaran cewek penghibur itu dilakukan dengan cara menawarkan melalui foto lebih dulu. Kliennya termasuk pejabat dan pengusaha kaya yang membutuhkan.
Akibat sepak terjangnya, Yunita dijerat melanggar pasal 506 jo 296 KUHP, pasal 2 dan 8 UU RI No 21 tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan manusia alias trafficking. "Ancaman hukamannya di atas 10 tahun penjara," kata Iwan.

Sunday, September 9, 2012

Disidang Gara-gara Ngajari Kakatua ngomong Pelacur

psk nari WARWICK - Pengadilan Warwick, Rhode Island Amerika Serikat tengah menyidangkan perkara unik yang mungkin belum pernah terjadi di pengadilan manapun.Seorang wanita dijadikan terdakwa atas laporan tetangganya sendiri karena dituduh telah mengganggu ketertiban umum. Pelakunya sebenarnya bukan Lynne Taylor, nama sang terdakwa. Tapi peliharaannya seekor kakatua bernama Willy. Lalu apa dosa Willy hingga Lynne yang harus menanggung susah? Menghina! Ya, meski burung, Willy ternyata pandai menghina terutama pada sang tetangga, Kathleen Melker. Tiap kali keluar rumah dan terlihat oleh Willy, istri Craig Fontaine ini langsung dicemooh whore alias pelacur. Kathleen pelacur, Kathleen pelacur mungkin begitu ocehan Willy. Metro yang mengutip Province Journal menyebut hinaan Willy berlangsung cukup lama sampai 15 menit, dan berlangsung selama satu tahun. Usut punya usut ternyata ini dipicu sakit hati si empunya burung. Sebelum menjadi istri Kathleen, Craig adalah suami Lynne. Entah bagaimana Craig menceraikan Lynne kemudian menikahi Kathleen yang merupakan tetangga samping rumah bekas istrinya itu. Tentu saja Kathleen sewot. Mulai dari melempar pagar rumah sampai mengancam membunuh kucing peliharaan Kathleen, sempat diucapkan Lynne sebagai bentuk kebencian. Teror lain, ya itu tadi melatih Willy untuk mengatai whore tiap kali musuhnya keluar rumah. Ternyata manjur, wanita yang tak disebutkan umurnya itu merasa sangat terhina. Kathleen dan Craig melaporkan Lynne ke kepolisian setempat dengan tuduhan meneror dan mengganggu ketertiban umum. Laporan pertama di tolak hakim karena tak cukup bukti. Sementara laporan kedua diterima hakim sebab didukung tetangga lain yang merasa risih tiap hari mendengar cemoohan Willy. Pengacara Lynne sempat beragumen aturan gangguan ketertiban umum hanya berlaku pada manusia bukan binatang. Namun argumen tersebut ditolak hakim sekaligus memerintahkan sidang diteruskan. Tak disebutkan Lynne terancam hukuman penjara berapa lama atau hanya denda. (pra/jpnn)